MONOSAKARIDA


gambar 1.1

Monosakarida (gula sederhana) merupakan karbohidrat yang paling sederhana dan tidak dapat diurai atau dihidrolisis lagi menjadi karbohidrat yang lebih sederhana.





Monosakarida (dari Bahasa Yunani mono: satu, sacchar: gula) adalah senyawa karbohidrat dalam bentuk gula yang paling sederhana yang sudah tidak dapat dihidrolisis.. Beberapa monosakarida mempunyai rasa manis. Sifat umum dari monosakarida adalah larut air, tidak berwarna, dan berbentuk padat kristal. Contoh dari monosakarida adalah glukosa (dekstrosa), fruktosa (levulosa), galaktosa, xilosa dan ribosa. Monosakarida merupakan senyawa pembentuk disakarida (seperti sukrosa) dan polisakarida (seperti selulosa dan amilum).
 
Monosakarida dapat berupa aldosa atau ketosa. Semua monosakarida mempunyai atom C asimetris. Dalam hal ini, atom C asimetris terjadi jika atom karbon mengikat empat gugus yang berbeda. Pada dasarnya struktur monosakarida dapat digambarkan dengan menggunakan struktur yang dikemukakan oleh Emil Fischer yang dikenal sebagai konformasi Fischer dan struktur lingkaran yang dikemukakan oleh Tollens dan direalisasikan oleh Haworth yang dikenal sebagai struktur Haworth.
 
Proyeksi Harworth yang menggambarkan struktur β-D-glukopiranosa
 
Di dalam larutan, gula heksosa jarang sekali membentuk struktur rantai lurus. Seringkali, gula heksosa membentuk cincin siklik.  Untuk menggambarkan struktur heksosa pada rantai siklik digunakan penggambaran proyeksi Harworth. Cincin heksosa yang membentuk persegi enam disebut piranosa, sementara yang persegi lima disebut furanosa. Pada aldoheksosa, struktur yang paling banyak terbentuk adalah piranosa. Furanosa dapat terbentuk pada aldoheksosa, hanya saja, struktur piranosa lebih stabil.
Reaksi antara C-1 dan C-5 menciptakan sebuah molekul dengan cincin beranggota enam, disebut pyranose , setelah eter siklik pyran , molekul sederhana dengan cincin karbon-oksigen yang sama. Reaksi antara C-1 dan C-4 menciptakan sebuah molekul dengan cincin beranggota lima, yang disebut furanose , setelah eter siklik furan. Dalam kedua kasus, setiap karbon di atas ring memiliki satu hidrogen dan satu hidroksil terpasang, kecuali untuk karbon terakhir (C-4 atau C-5) dimana hidroksil diganti oleh sisa molekul terbuka (yang - (CHOH) 2-H atau - (CHOH)-H, masing-masing).
 
 
 
 
 
Tata Nama
D (dekstro): kanan gugus terjauh dari hidroksil terletak di kanan pada C kiral 
L (levo): kiri gugus terjauh dari hidroksil terletak di kiri pada C kiral.
 
 
 
 
D-glukosa dalam proyeksi Fischer. Atom karbon nomor 2 sampai 4 merupakan pusat kiral.
Aldoheksosa mengacu pada gula heksosa yang memiliki gugus aldehid pada ujung rantai atom karbon.  Isomer aldoheksosa yang paling banyak ditemukan memiliki orientasi kanan (dextro). Aldoheksosa mempunyai 4 pusat kiral yang menghasilkan 16 (2^4) macam kemungkinan stereoisomer aldoheksosa. Konfigurasi D(dextro)/L(levo) adalah tergantung oleh orientasi gugus hidroksil pada atom karbon nomor lima.
 
PERMASALAHAN :
BAGAIMANA CARA KITA MENGETAHUI BANYAK VARIASI STRUKTUR DALAM SUATU MONOSAKARIDA DAN BERIKAN CONTOHNYA ??
 
 

 
 









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Instrumen Penilaian Praktikum Kreatif

Instrumen Penilaian Disruptif Inovasi Dalam Pembelajaran Kimia

REAKSI ELIMINASI ALKIL HALIDA