Instrumen Penilaian Ketrerampilan Pedagogi Guru Dalam Pembelajaran Kimia

Peeragogy


Peeragogy adalah strategi pendidikan yang membiasakan siswa untuk terlatih fokus pada belajar bekerjasama dan mencipta bersama-sama (berkolaborasi). Tak dapat dinafikan, gadget yang kini digandrungi para peserta didik kian menjauhkan mereka dari lingkungan sosial. Siswa menjadi sangat individual dan tak terbiasa belajar dengan teman sebaya. Padahal, keterampilan abad 21 mensyaratkan kompetensi siswa untuk mampu berkolaborasi dengan individu lainnya. Kompetensi berkolaborasi ini perlu ditanamkan melalui strategi peeragogy.
No
Indikator
Deskripsi
Keterampilan membelajarkan materi kimia Bentuk molekul
Bentuk nilai
1
Jejaring komonitas terhubung satu sama lain. (wordl wide population of self motivated learners)
Memotivasi siswa memanfaatkan media digital untuk belajar berkolaborasi yang terhubung satu sama lain secara daringdalam membangun pengetahuan
Guru memberikan link-link  youtube video bentuk molekul zat-zat yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari untuk memotivasi siswa sebelum memulai pelajaran
Skor 1 sampai 3  dan Komentar
2
Belajar merupakan aktifitas social berkelanjutan
Menciptakan suasana pembelajaran aktif dan menyenangkan
Guru menstimulus siswa dengan pertanyaan atau masalah yang berkaitan dengan materi bentuk molekul
Skor 1 sampai 3  dan Komentar
3
Belajar Berkolaborasi
Saling membelajarkan satu sama lain
Guru menggunakan metode pembelajaran yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkreasi dengan kreatif dan berkolaborasi
Skor 1 sampai 3  dan Komentar
4
Kelompok belajar mandiri (group of self-derected learners organized online course)
Memanfaatkan teknologi digital untuk mengelola kelompok belajar mandiri secara daring.
Guru membuat kelompok diskusi whatapp menggunakan system pembelajaran online untuk memantau kegiatan siswa dalam belajar kelompok.
Skor 1 sampai 3  dan Komentar

 Rubrik penilaian

No
Indikator
Deskripsi
Keterampila membelajarkan materi kimia Bentuk molekul
Skor
1
2
3
1
Jejaring komonitas terhubung satu sama lain. (wordl wide population of self motivated learners)
Memotivasi siswa memanfaatkan media digital untuk belajar berkolaborasi yang terhubung satu sama lain secara daringdalam membangun pengetahuan
Guru memberikan link-link  youtube video bentuk molekul zat-zat yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari untuk memotivasi siswa sebelum memulai pelajaran
Kurang, apabila guru tidak memberikan motivasi yang sesuai dengan materi yang hendak diajarkan
Cukup, apabila guru memberikan motivasi pembelajaran sesuai dengan materi namun hanya secara konvensional atau verbal.
Baik, apabila guru memberikan motivasi sebelum pembelajaran sesuai dengan materi disertai dengan gambar dan video.
2
Belajar merupakan aktifitas social berkelanjutan
Menciptakan suasana pembelajaran aktif dan menyenangkan
Guru menstimulus siswa dengan pertanyaan atau masalah yang berkaitan dengan materi bentuk molekul
Kurang, apabila pembelajaran berlansung secara monoton dan membosankan, guru tidak berinovasi untuk menciptakan suasana kelas yang menyenangkan.
Cukup, apabila pembelajaran berjalan aktif dan menyenangkan tetapi pembelajaran masih monoton pada metode belajar guru seperti konvensional
Baik, apabila guru berinovasi untuk mencpkan suasan belajar yang aktif dan menyenangkan dengan pendekatan student centre, guru berusaha menstimulus siswa agar dapat akti dalam pembelajaran.
3
Belajar Berkolaborasi
Saling membelajarkan satu sama lain
Guru menggunakan metode pembelajaran yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkreasi dengan kreatif dan berkolaborasi
Kurang, apabila guru menggunakan metode pembelajran yang monoton pendekatan teacher center sehingga siswa tidak aktif dalam pembelajaran
Cukup, apabila guru menggunakan metode pembelajaran inovatif yang membuat siswa ikut terlibat aktif dalam pembelajaran sehingga siswa dapat saling membelajarkan dan berkolaborasi
Baik, apabila guru menggunakan metode pembelajaran yang memberikan kesempatan siswa untuk bekerjasama saling membelajarkan.
4
Kelompok belajar mandiri (group of self-derected learners organized online course)
Memanfaatkan teknologi digital untuk mengelola kelompok belajar mandiri secara daring.
Guru membuat kelompok diskusi whatapp menggunakan system pembelajaran online untuk memantau kegiatan siswa dalam belajar kelompok.
Kurang, apabila guru memantau kegiatan siswa saat belajar berkelompok diluar waktu sekolah
Cukup, apabila guru memantau kegiatan siswa secara daring
Baik, apabila guru ikut serta dalam pembelajaran berbasis daring, tidak hanya memantau guru juga memberikan respon terhadap pembelajaran daring tersebut.

Skor minimum : 4
Skor maksimum : 12
Criteria : 3
Rentang : 12-4 : 3 = 3
Tabel kategori :
Skala  Nilai
Skor
Kategori Keterampilan Inovasi Peeragogy Guru
1
4-6
Kurang
2
7-9
Cukup
3
10-12
Baik

UJI COBA

https://www.youtube.com/watch?v=sxj6u8Oyx0Mdari video pembelajaran pada link tersebut. Dapat dinilai keterampilan peeragogy.

LEMBAR OBSERVASI KETERAMPILAN PEERAGOGY GURU
NAMA GURU : Asep Taufik
MATERI : Bentuk Molekul
PEREMUAN KE :
ALOKASI WAKTU :
HARI/TANGGAL :
Berikan tanda (v) pada skor yang sesuai
No
Indikator
Skor
Komentar
1
2
3
1
Jejaring komonitas terhubung satu sama lain. (wordl wide population of self motivated learners)

v

Guru memberikan motivasi kepada siswa hanya dengan menjelaskan tidak menggunakan media
2
Belajar merupakan aktifitas social berkelanjutan


v
Guru menstimulus siswa dengan pertanyaan yang menarik dan menantang siswa sehingga menghidupkan suasan kelas dan menjadikan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan
3
Belajar Berkolaborasi


v
Guru menerapkan metode belajar kooperatif tipe  Discovery Learning , siswa diberikan kesempatan berkreatifitas dan berkolaborasi saling mebelajarkan (peerteaching) untuk menyelesaikan permasalahan dalam LKPD berdasarkan percobaan yang sudah dilakukan.
4
Kelompok belajar mandiri (group of self-derected learners organized online course)
v


Membing diskusi dengan baik, hanya saja terkhususpada aspekini  guru tidak melakukan pembelajaran melalui daring,guru tidak kerja siswa melalui daring.

Skala  Nilai
Skor
Kategori Keterampilan Inovasi Peeragogy Guru
1
4-6
Kurang
2
7-9
Cukup
3
10-12
Baik

Dari uji coba diatas didapatkan skor 9 dari 12 skor maksimum. Sehingga jika dibandingkan dengan table kategori nilai 9  adalah pada category Cukup. Hal ini menunjukkan kemampuan peeragogy guru dalam membelajarkan materi bentuk molekuk adalah Cukup.

Komentar

  1. Bagaimana ketercapaoan instrumen yg saudara jabark an??

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk mengetahui ketercapaian instrumen ini perlu dilakukan uji coba terlebih dahulu yang sebelumnya dilakukan ujicoba seharusnya instrumen perlu di validasi ahli terlebih dahulu

      Hapus
  2. Menurut anda,apakah kelima indikator tersebut dapat diterapkan oleh guru secara efektif pada pembelajaran ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tentu dapat, jika memang guru benar2 memahami strategi peeragogy tsb

      Hapus
  3. Adakah kendala anda dalam penerapan mengenai aspek peeragogik ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sampai disini blm ditemui kendala, tetapi instrumen ini hanya baru pada tahap pengembangan, blm divalidasi apalagi diujicoba.

      Hapus
    2. kemungkinan akan terdapat kendala untuk menerapkan pendekatan ini bila kemampuan guru dan pemahaman guru terhadap pendekatan tsb, serta kemampuan siswa yang rendah.

      Hapus
  4. Hal lainnya apa yang menjadi pertimbangan untuk merumuskan keterampilan membelajarkan bagi guru berdasarkan indikator dari peeragogy?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tentunya indikator peeragogy itu sendiri juga karakteristik materi dan condition of learning saat pembelajaran

      Hapus
    2. selain karakteristik materi, yang harus dipertimbangkan adalah kemampuan siswa . karena setiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda dan tidak bisa disamaratakan. jadi, kita perlu memberikan perhatian khusus pada siswa yang mempunyai kemampuan yang rendah

      Hapus
    3. hal yang harus diperhatikan adalah karakteristik materi, dan guru harus bisa merumuskan pembelajaran yang menekankan pada pembentukan skill yang harus dimiliki siswa pada kehidupannya

      Hapus
  5. pa kendala dan kesulitan yang anda alami saat membuat dan mengembangkan kisi-kisi instrumen diatas? Dan indikator mana yang menjadi hambatan untuk anda dalam merancang kisi-kisi tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. sampai disini blm ditemui kendala, tetapi instrumen ini hanya baru pada tahap pengembangan, blm divalidasi apalagi diujicoba

      Hapus
  6. Menurut anda selain video pembelajaran yang disebutkan diatas, kira-kira aspek atau hal apa saja yang dapat mendukung ketercapaian indikator yang sudah anda jelaskan diatas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. dengan memperhatikan kisi-kisi yang telah dibuat, hal yang perludilakukan leh guru yaitu melalukan hal yang mendekati dari kisi-kisi yang telah dibuat agar setiap indikator tercapai

      Hapus
    2. terimakasih telah membantu menjawab windi, adapun selain vidio, bisa memanfaatkan sumber bljr lain, seperti blog, website pembelajaran dsb

      Hapus
  7. Saya ingin bertanya mengenai pedoman penskoran pada analisis keterampilan guru, disana dituliskan skor minimum adalah 4, ini berbeda dengan saya yang membuat pedoman penskoran dengan skor minimum = 0 karna mungkin saya dalam suatu pembelajaran misalkan pada indikator ke 3 "Belajar Berkolaborasi" tidak tercapai sama sekali, yang artinya guru tidak ada kreatif sama sekali, makanya diberi nilai 0 menurut saya. lalu apa alasan anda membuat nilai minimum = 1

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk pedoman penskorannya anda bisa baca lebih teliti di rubrik penilaian yg sdh saya buat, disana dijelaskan kapan skor nya 1 2 atau 3

      Hapus
    2. jika tidak satupun aspek tidak tercapai, berarti skor 0. Sehingga, menurut saya skor minimal seharusnya dibuat 0 bukan 3.

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    4. baik, jadi ketika ada aspek yang sama sekali tidak tercapai apakah tetap dapat skor paling kecil = 1 ya .. walaupun tidak tercapai tidak dikasih 0 ya.

      Hapus
    5. Terima kasih tanggapannya firmansyah dan rahmat. sekiranya begitu, jika memang ada aspek yang sama sekali tidak terlaksana maka mungkin tidak akan diberikan skor pada aspek tersebut.

      Hapus
  8. Menurut anda dari semua indikator, indikator manakah yang paling sulit untuk diterapkan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semuanya bergantung pada condition of learning yang salah satunya adalah kemampuan guru dlm mengajar

      Hapus
    2. selain kemampuan guru, semua juga bergantung pada kemampuan siswa dan karakteristik materi yang digunakan

      Hapus

Posting Komentar