Apa itu Disruptive innovation Learning? (Pembelajaran Daring)
Seiring
perkembangan zaman, inovasi dalam bidang pendidikan juga kian berkembang. Hal
ini dikarenakan tuntutan zaman yang serba menggunakan teknologi. Salah satunya
pembealajaran secara online atau biasa disebut pembelaran dalam jaringan.
Pembelajaran
dalam jaringan merupakan salah satu inovasi dalam pembelajaran yang
memanfaatkan teknologi sebagai tempat untuk melakukan pembelajaran. Inovasi
pembelajaran ini akan menciptakan suasana belajar siswa yang mandiri, serta
tidak dibatasi oleh waktu. Dengan memanfaatkan jaringan internet pembelajaran
ini dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja tanpa harus ada tatap muka
antara guru dan siswa.
Pada
kesempatan ini, saya ingin membagikan pengalaman saya dalam melakukan
pembelajaran kimia materi bilangan kuantum secara online melalui website.
Website yang kami pakai adalah Disruptive innovasion learning
(innovasi.pascapmipa.unja.ac.id ).
Untuk
menggunakan web ini hal pertama yang perlu dilakukan adalah membuat akun guru
dan akun siswa serta mengisi biodata yang diperlukan dalam web. Kemudian guru
mengisi perangkat pembelajaran di web dimulai dari mengisi materi pembelajaran,
kelas, model, metode, syntak pembelajaran yang sesuai dengan disruptive learning.
Berikut
tampilan dasboard guru dari website disruptive innovation learning :
Pembelajaran
dimulai dengan dengan mengklik menu E-do Edu pada dashboard akun guru dan siswa
juga memasuki kelas pembelajaran melalui akun siswa masing-masing. Pada pembelajaran
ini, siswa yang berpartisipasi hanya ada 2 orang siswa.
Pembelajaran
pertama menggunakan web ini mengalami banyak kendala seperti, siswa belum
mengerti dan canggung untuk menggunakan web, sehingga pada pembelajaran
tersebut hanya sampai di bagian pendahuluan karena waktu pembelajaran yang
setting sesuai dengan syntak dimodel pembelajaran sudah selesai sementara siswa
masih bingung dan belajar bagaimana cara menggunakan website. Setelah
pembelajaran selesai guru kembali menemukan masalah dari penggunaan website yaitu kelas
pembelajaran online yang sudah dilakukan hilang sehingga data dari pembelajaran
yang dilakukan juga hilang. Setelah dicari tahu melalui admin ternyata masalah
upgrade server yang menyebabkan kelas online berganti.
Pembelajaran
selanjutnya dilakukan pada hari rabu, 19 september 2019 pukul 21.00 s.d 22.35
WIB masih dengan materi dan pembelajaran yang sama dikarenakan pembelajaran
yang sebelumnya bisa dikatakan gagal dikarenakan kurang pengetahuan guru maupun
siswa dalam menggunakan web. Siswa yang
terlibat dalam pembelajaran ada dua orang siswa. Sepanjang pembelajaran bisa
dikatakan berjalan lancar, hanya saja vidio pembelajaran yang diinstruksikan
guru untuk ditonton di youtube deengan memberikan link, untuk menyingkatkan
waktu vidionya dikirim melalui whatsapp. Pada kegiatan pendahuluan siswa
mengamati materi yang diberikan guru melalui vidio juga power poin serta
mencatat apa saja yang perlu dicatat oleh siswa. Kemudian pada pembelajaran
inti guru meminta siswa untuk menentukan bilangan kuantum dari unsur baru Nh,
Mc,Ts, dan Og serta mengisi fuzzle dalam LKPD siswa. Guru dan siswa juga
memanfaatkan fitur livechat dalam website untuk saling bertanya dan berdiskusi
mengenai pembelajaran bilangan kuantum. Hasil dari tugas dan fuzzle yang
dikerjakan siswa juga dibahas di livechat. Kemudian pada kegiatan penutup siswa
diberi tugas menggambarkan gambar penyebaran elektron dari unsur baru yang
sudah dibahas. Segala bentuk tugas dikerjakan siswa dengan menulis dikertas
kemudian di foto dan dimasukkan kedalam livechat website. Hal ini, untuk
mencegah siswa berbuat curang dengan mengcopy paste dari internet.
Akhir
dari pembelajaran ini diharapkan tujuan pembelajaran benar-benar tercapai
dengan segala kemudahan yang tersedia dari pembelajaran online disruptive
innovation learning. Hasil dari segala bentuk tugas yang dikerjakan siswa
menunjukkan siswa mampu memahami materi pembelajaran yang sudah diberikan guru.
![]() |
| Siswa 1. Afd.Zikri |
![]() |
| Siswa 2. Sindi Mertisia Bouti |
Adapun
kesan dari siswa mengenai pembelajaran denggan website disruptive innovation
learning ini terlihat siswa sangat antusias mengikuti pembelajaran, hal ini
dapat dilihat dari aktifnya siswa saat bertanya baik mengenai materi maupun
penggunaan website ini. Pembelajaran juga dapat menarik minat siswa karena
siswa belajar secara santai dan mandiri tanpa harus bertatap muka dengan guru.
Sebagai
guru, kesan dalam menggunakan website ini, inovasi pembelajaran seperti ini
sangat membantu guru dalam proses pembelajaran, menghemat waktu dan fleksibel
tempat dan waktu, selain itu pembelajaran daring seperti ini sangat ampuh dalam
menarik perhatian siswa sehingga juga menambah minat dan motivasi siswa dalam
belajar kimia. Namun, dari beberapa kendala yang saya jumpai dalam melakukan
pembelajaran tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk menjadi seorang guru yang
baik sekrang ini, tidak hanya diperlukan kecerdasaan dalam bidang ilmu yang
diampu saja melainkan juga guru harus melek teknologi, guru juga harus mampu
memanfaatkan teknologi dengan kreatif dan inovatif, karena hal ini merupakan
tuntunan zaman yang nantinya jika tidak diikuti akan merepotkan guru sendiri.
Pembelajaran
dalam jaringan disruptive innovation learning ini akan sangat bermanfaat sekali
untuk para guru dan siswa di segala jenjang dalam melakukan pembelajaran.
Kedepannya, diharap pembelajaran seperti ini dapat terus digunakan sebagai
solusi pembelajaran fleksibel dan mudah. Kepada tim penyusun website juga
diharapkan dapat melakukan sosialisasi secara maksimal terlebih dahulu untuk
memajukan website pembelajaran ini.
Terimakasih....
Untuk
teman-teman dan adek-adek siswa SMA yang berminat untuk mengikuti kelas kimia
SMA pada website disruptive innovation learning dapat bergabung dengan
teman-teman yang lain dengan alamat web inovasi.pascapmipa.unja.ac.id atau
hubungi saya yaaa... melalui email sindafebrilia18@gmail.com
Ditunggu
teman-teman.. ;)
#Spada
#pembelajarandaring #disruptiveinnovationlearning #pascasarjanapmipa #unja
#pendidikankimia #belajarkimia #inovasipembelajaran






Berdasarkan pengalaman anda selama menggunakan website disruptive innovation, apa saran anda untuk perbaikannya?
BalasHapusPerlu adanya sosialisasi mengenai penggunaan websitenya.
HapusMenurut anda apakah pembelajaran dengan menggunakan aplikasi disruptive innovation ini dapat membantu siswa lebih mudah memahami materi pelajaran dibandingkan dengan pembelajaran konvensional?
BalasHapusPertanyaan selanjutnya, kita tahu bahwa pada pembelajaran konvensional lebih memudahkan pendidik dan peserta didik untuk berinteraksi secara langsung. Hal ini dapat menciptakan kedekatan emosional antara peserta didik dan pendidik Sehingga proses transfer of knowledge dari materi pelajaran bisa berjalan lebih efektif. Lalu menurut anda apakah dengan pembelajaran online seperti ini tidak menghilangkan kedekatan emosional peserta didik dan pendidik?
Tentunya banyak keuntungan jika menggunakan pembelajaran disruptive ini. namun, beberapa kendala seperti kurangnya sosialisasi penggunaan websitenya menghabat proses pembelajaran.
HapusMenurut saya, salah satu yg menjadi kekurangan dalam pembelajaran disruptif ini adalah tidak adanya kedekan secara emosional antara guru dan siswa. tidak bisa dipungkuri pendekatan emosional antara guru dan siswa sangat penting dalam proses pembelajaran.
dalam menggunakan aplikasi disruptive innovation ini apa kah terdapat kendala dalam proses pelaksaannya ? dan bagaimana saran anda mengenai aplikasi ini..
HapusUntuk kendala sudah kami ceritakan pd artikel diatas.
Hapus
BalasHapusShissy Shita28 November 2019 16.22
Artikel yang menarik, apakah ada kendala pada saat anda menerapkan aplikasi tersebut? Dan bagaimana pendapat anda tentang penggunaan aplikasi tersebut dalam pembelajaran di sekolah?
Untuk kndala sudah kami ceritakan dalam artikel diatas. namun alhadlulillah kendala tsb dpt diatasi dg berbagai usaha seperti mengirim vidio dilakukan melalui wa, dsb
HapusMenurut penulis, bagaimana ketercapaian tujuan pembelajaran pada pelaksanaan descruptive learning? apakah hasilnya lebih baik dari konvensional atau tidak?
BalasHapusUntk melihat ketercapaian trget pmbljaran kami rasa perlu dilakukan pembelajaran dg skala kelas besar. karena pembljaran yg kami lakukan hanya pada 2 org blm bisa diketahui tjuan pembelajarannya tercapai atau tidak. karena kami fokus pada efektifitasnya saja kmren
HapusAdakah evaluasi dalam bentuk tertulis? adakah kendala dalam pembelajaran tanpa tutup muka ini?
BalasHapusAspek apa saja yang dinilaidalam pembelajaran ini, apakah sama dengan penilaian dengan pembelajaran konvensional?
BalasHapus