REAKSI SUBTITUSI NUKLEOFILIK
Assalamualaikum.
pada postingan saya kali ini, saya akan membahas mengenai reaksi nukleofilik yang saya dapatkan dipertkuliahan Kimia Organik II.
Reaksi subtitusi nukleofilik ini dibagi SN2 (subtitusi nukleofilik biomolekular) dan SN1 (subtitusi nukleofilik unimolekular), permasalhannya sederhana apa perbedaan antara kedua reksi tersebut? dan bagaimana bisa terjadi SN1 dan SN2? serta faktor apasaja yang mempengaruhi reaksi SN1 dan SN2?
Terimakasih :)
pada postingan saya kali ini, saya akan membahas mengenai reaksi nukleofilik yang saya dapatkan dipertkuliahan Kimia Organik II.
sebelum membahas tentang reaksi
nukleofilik, saya akan menjelaskan sedikit tentang reaksi substitusi terlebih
dahulu.
REAKSI SUBSTITUSI
Reaksi substitusi adalah reaksi penggantian atom atau gugus atom oleh atom atau
gugus atom lain. Jadi dalam reaksi substutisu suatu atom atau gugus atom yang
terdapat dalam rantai utama akan meninggalkan rantai utama tersebut dan
tempatnya yang kosong akan diganti oleh atom atau gugus atom yang lain.
Berdasarkan pereaksi yang yang dipergunakan, reaksi substitusi dapat dibedakan
menjadi (a) reaksi substitusi radikal bebas; (b) reaksi substitusi nukleofilik;
dan (c) reaksi substitusi elektrofilik.
Reaksi substitusi adalah reaksi penggantian atom senyawa hidrokarbon oleh atom
senyawa lain. Reaksi substitusi pada umumnya terjadi pada senyawa jenuh
(alkana). Alkana dapat mengalami reaksi substitusi dengan halogen. Reaksi
substitusi juga dapat diartikan sebagai reaksi dimana berlangsung
penggantian ikatan kovalen pada suatu atom karbon. Reagensia pengganti dan
gugus lepas yang meninggalkan substrat dapat berupa nukleofil atau elektrofil
(atau radikal bebas). Secara umum, reaksinya dapat dinyatakan sebagai
berikut: Reaksi secara umum:
R - H
+ X2 → R – X
+ H – X
Alkil halida
bereaksi dengan nukleofil dan basa
- Alkil halida terpolariasi pada ikatan karbon – halida menjadikan karbon elektrofilik
- Nukleofil akan menggantikan posisi halida pada ikatan C-X dari berbagai alkil halida( reaksi sebagai basa Lewis)
- Nukleofil yang basa Bronsted menghasilkan eliminasi
Reaksi
inversi Walden
- Reaksi melibatkan substitusi pada pusat kiral
- Jadi, substitusi nukleofilik dapat menginversi konfigurasi pada pusat kiral
- bereaksi stereospesifik
Reaksi subtitusi nukleofilik ini dibagi SN2 (subtitusi nukleofilik biomolekular) dan SN1 (subtitusi nukleofilik unimolekular), permasalhannya sederhana apa perbedaan antara kedua reksi tersebut? dan bagaimana bisa terjadi SN1 dan SN2? serta faktor apasaja yang mempengaruhi reaksi SN1 dan SN2?
Terimakasih :)
perbedaan nya
BalasHapusSn2
1. Reaksi serempak/ serangan dari belakang
2. Bereaksi dengan nukleofilik kuat/basa lewis
3. Bereaksi baik dengan alkil primer dan sekunder, halide anilik dan benzyl halida
4. Pelarut nonpolar/ polar aprotik
sn1
1. Proses melaui 2 tahap
2. Bereaksi dengan nukleofili lemah/basa lewis
3. Bereaksi baik dengan alkil tersier, sekunder (lambat), halide anilik dan benzyl halida
4. Pelarut polar / polar protik
terimakasih feni telah mengunjungi dan berkomentar di blog saya.
BalasHapussaya setuju dengan pendapat feni dan jawaban feni. yang mana perbedaanya dapat di lihat dari 2 segi yang 1 memiliki nukleofili lemah dan yg 1 nukleofili kuat. di situ dapat kita lihat perbedaannya.
BalasHapustrimakasih atas postingannya. saya rasa permasalah sudah terjawab oleh saudari feni dan wangi. nah saya ingin bertanya pada reaksi Substitusi terdapat hambatan sterik yang terikat oleh atom C. lalu apa fungsi dari hambatan itu sendiri ?
BalasHapusterima kasih informasi nya. Tapi, saya masih kurang mengerti kapan sih reaksi substitusi ini bereaksi cepat dan kapan ia bereaksi lambat?
BalasHapus